4 Adab Tidur Supaya Sentiasa Dilindungi Malaikat

Sesiapa yang tiap kali tidur selalu mengalami gangguan seperti kena tindih boleh cuba cara ini, iblis tak akan berani ganggu bila malaikat berpedang jaga kita dari terlelap hingga terjaga!

Waktu malam adalah masa yang tepat untuk beristirahat. Kondisi ini memang paling nikmat untuk menghilangkan penat. Saat jiwa sudah tiba di alam mimpi, maka dunia nyata tak lagi diingati.

Padahal, saat tertidurlah begitu banyak godaan syaitan datang tanpa disedari. Sekuat apapun manusia, maka akan tetap lemah ketika berada dalam kondisi ini. Penjagaan dari Malaikat menjadi cara untuk terhindar dari gangguan ini.

Namun, tidak semua manusia mendapat penjagaan dari malaikat. Hal ini hanya berlaku bagi mereka yang mengamalkan adab tidur berikut dengan benar. Jadi apakah adab-adab tidur agar mendapat penjagaan dari Malaikat? Berikut lengkapnya.

1. Berwudhu

Cara pertama yang patut dilakukan agar tidur kita mendapat penjagaan dari malaikat adalah dengan berwudhu. Kondisi bersih dari kotoran dan najis inilah akan menjadikan Malaikat menemani kita disaat tertidur. Tidak hanya itu, bahkan Malaikat juga mendoakan manusia yang tidur dalam kondisi suci. Dari Ibnu Umar r.a, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

“Barangsiapa tidur dalam kondisi suci maka di atas kepalanya terdapat Malaikat. Tidaklah ia bangun kecuali malaikat akan berdoa untuknya, “Ya Allah ampunilah hamba-Mu ini si fulan sungguh ia semalaman dalam keadaan suci.” Hadits hasan, dikeluarkan oleh Ibnu Hibban No. (1051), lihat as-Silsilah Ash-Shahihah No. (2539).

2. Membaca Ayat Kursi

Cara kedua untuk mendapatkan penjagaan Malaikat ketika tertidur adalah dengan membaca ayat kursi sebelum tidur. Dengan begitu, penjagaan Allah melalui Malaikat sehingga waktu subuh.

Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, “Rasulullah menugaskanku menjaga zakat Ramadhan, kemudian datanglah seseorang yang mencuri makanan, maka aku memegangnya dan aku berkata, ‘Saya akan laporkan engkau kepada Rasulullah.’ -sebagaimana diceritakan dalam hadits- Maka orang tersebut berkata, “Jika engkau hendak tidur di tempat tidurmu maka bacalah ayat kursi, maka penjagaan Allah senantiasa menyertaimu dan syaitan tidak dapat mendekatimu sampai waktu subuh.” Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Dia berkata benar kepadamu, walaupun dia seorang pembohong, dia adalah syaitan.” (HR Al-Bukhari)

3. Membaca Doa Sebelum Tidur

Diantara kita sering sekali mengajarkan anak atau adik untuk berdoa sebelum tidur. Namun terkadang, kita sendiri terlupa untuk memohon perlindungan Allah sebelum memejamkan mata.

Dalam Al-Adzkar, An-Nawawi membuat judul bab:

“Bab Makruh tidur tanpa berzikir kepada Allah (sebelum tidur)” (Al-Adzkar, hlm. 95). Selanjutnya, An-Nawawi menyebutkan hadis berikut:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Siapa yang tidur, sementara tidak berzikir ketika hendak tidur, akan menjadi penyesalan baginya di hadapan Allah.” (HR. Abu Daud 4856 dan dishahihkan Al-Albani).

Sementara itu hadits yang berasal dari Jabir bin Abdullah, menyatakan bahwa:

“Apabila manusia berbaring di pembaringannya (akan tidur), malaikat dan syaitan segera menghampirinya. Malaikat membisikkan, “Akhiri (malam-mu) dengan kebaikan”, sedangkan syaitan membisikan, “Akhiri (malam-mu) dengan keburukan”. Apabila dia berzikir menyebut nama Allah kemudian tidur, maka malaikat melindungi dia di malam itu.“ (HR. Ibnu Hibban 5533, Hakim dalam Al-Mustadrak 1969 dan beliau shahihkan, kemudian disepakati oleh Adz-Dzahabi).

4. Tidak Menyimpan Rasa Dendam dan Dengki Kepada Seseorang

Tidur menjadi penutup hari bagi mengembalikan tenaga untuk keesokan harinya. Namun, seringkali ada sahaja kejadian pada siang harinya selalu terbawa-bawa hingga menjelang tidur.

Misalnya rasa marah, dendam dan dengki kepada orang lain. Hal ini selalunya terbawa-bawa hingga ke waktu tidur. Sekiranya kita masih terbawa-bawa perasaan amarah ini, maka lebih mudahlah syaitan mendekati kita. Seharusnya kita menutup malam sebelum tidur dengan memberi kemaafan terhadap semua kesilapan, rasa marah , benci yang terjadi pada waktu siangnya, jadi barulah tidur kita pada malam tersebut akan dijaga Malaikat.

Dari Anas r.a, Abdullah bin Umar r.a berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepadaku tentang seorang lelaki Anshar sebanyak tiga kali, ‘Saat ini ada salah seorang ahli surga datang kepada kalian.’ Kemudian Abdullah bin Umar menginap di rumahnya selama tiga hari tiga malam. Abdullah bin Umar berkata kepadanya, ‘Aku menginap di tempatmu agar aku melihat apa yang engkau lakukan untuk aku tiru tetapi aku tidak melihat engkau beramal dengan amal yang banyak, lantas apa yang menyebabkan Rasulullah mengatakan apa yang telah beliau katakan kepadamu.’ Lelaki itu menjawab, ‘Tidak ada amal yang aku lakukan kecuali apa yang telah engkau lihat.’ Kemudian Abdullah bin Umar berkata, “Ketika aku ingin pulang ia memanggilku dan berkata, “Tidak ada yang kulakukan kecuali apa yang telah engkau lihat, hanya saja aku tidak menemukan di dalam jiwaku rasa dendam dan tidak pula rasa dengki terhadap muslim yang lain dan aku selalu mengharap kebaikan diberikan kepada mereka.’ Abdullah berkata, ‘Inilah yang telah engkau capai dan inilah yang tidak mampu kami lakukan. (HR Ahmad No. 12697).

Jadi marilah bersama kita amalkan 4 adab tidur ini agar sentiasa mendapat perlindungan Malaikat. Semoga kita mampu praktikkan sehingga jadi tabiat dan kelaziman.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*