Nasihat Ummu ‘Abdillah Bintu Muqbil AI- Wadi’i’

NASIHAT UMMU ‘ABDILLAH BINTU MUQBIL AL-WADI’IY

Sungguh mengherankan wanita yang malu jika ia memakai hijab. Maka aku katakan kepada mereka :

“Apakah engkau malu kepada makhluk dan tidak malu kepada Rabb-mu. Sedangkan Dia telah menciptakan kamu dan memberimu rezeki, lalu engkau lari dari perintah Penciptamu hanya karena malu kepada manusia??.

Tidakkah engkau malu, jika perhiasanmu nampak dimata laki-laki asing dan engkau malu kepada manusia jika engkau memakai hijab yang sesuai syariat??”.

Maka bagi wanita yang bersikap demikian terhadap hijab, Allah lebih tahu tentang keimanannya. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang beriman dan tidak (pula) bagi perempuan yang beriman, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, dalam keadaan sesat yang nyata”. (Al-Ahzab : 36)

Dan ALLAH ‘Azza wa Jalla berfirman :

“Maka demi Rabb-mu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati-hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya”. (An-Nisaa’ : 65)

Disisi lain ada sebagian wanita yang telah memakai hijab syar’i (sesuai dengan syariat) akan tetapi (semoga Allah ta’ala memperbaiki keadaan mereka) mereka bermudah-mudahan, mereka membuka wajah-wajah mereka jika tidak mendapati laki-laki di jalan dan ketika mereka melihat laki-laki mereka menutup wajah-wajah mereka, hal ini tidak dibenarkan karena tidaklah engkau menutup wajahmu kecuali setelah ia melihatmu.

Maka bertakwalah kepada Allah wahai saudariku… dan jagalah kehormatanmu dari para laki-laki dan tutuplah seluruh auratmu.

Diantara do’a Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam waktu pagi dan petang adalah :

“Ya Allah tutuplah auratku dan amankanlah seluruh keluargaku”.

(Ummu ‘Abdillah bintu Muqbil Al-Wadi’iy)

Alhamdulillah nasihat ini sangat menggegarkan hati, mengapa harus malu melakukan ketaatan?

Baarakallahu fiykum..

Kredit: jejaksalafiyyah

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*